Archive for February, 2010
Kini Saatnya Berpromosi Melalui Website
Selain media konvensional, website bisa dijadikan pilihan yang tepat untuk berpromosi.
Ada banyak cara yang dilakukan oleh para produsen untuk melakukan promosi dari jasa/produk yang mereka tawarkan. Dari mulai dengan cara beriklan di televisi, koran, majalah, tabloid yang sering disebut dengan ATL (above The Line) hingga melakukan brand activation/ event.
Selain itu para produsen juga melakukan promosi dengan membuat flyer, brosur, poster, x-banner atau yang sering disebut dengan POS material atau BTL, untuk dibagikan atau ditempatkan di tempat umum yang dimana biasanya target market berkumpul.
Read the rest of this entry »
Meningkatkan ROI Dalam Pembangunan Aplikasi
Pembangunan aplikasi yang besar biasanya membutuhkan waktu yang panjang dalam pengerjaannya, dan hasilnya pun tidak langsung dapat dirasakan dalam waktu dekat. Jika proses pembangunan sebuah aplikasi besar dibagi ke dalam bagian-bagian yang lebih kecil dan langsung menghasilkan keluaran yang dapat digunakan oleh perusahaan, maka kegunaan aplikasi tersebut akan dengan cepat dirasakan oleh perusahaan. Artinya pula adalah peningkatan terhadap Return on Investment (ROI) karena perusahaan dapat menerima manfaat yang lebih cepat dari penggunaan aplikasi yang dibangun.
Teknik Presentasi yang Baik dan Benar
Presentasi mungkin bukan suatu hal yang mudah untuk dilakukan, terutama untuk para pemula atau yang belum mempunyai pengalaman presentasi. Hal ini yang membuat kami untuk melakukan training kepada teman-teman di MIDAS untuk bisa melakukan presentasi dengan baik dan benar.
Read the rest of this entry »
Pentingnya Stopping Power
Di kantor kami MIDAS Creative sedang mencari AE (Account Executive) untuk divisi Web Consultant. Beberapa cara sudah dilakukan untuk menyebarkan informasi tentang pencarian AE tersebut, diantaranya melalui milist (yang berhubungan dengan account service/creative/marketing), dan memostingkannya di situs lowongan kerja yang ada.
Ide Itu Mahal
Beberapa waktu yang lalu, kantor kami MIDAS Creative ada kesempatan untuk mengikuti pitching pembuatan website, design company profile beserta POS material lainnya. Setelah mengikuti proses briefing dan persyaratan lainnya, kami mulai menginternalkan segala sesuatunya, dari proses brainstorming sampai terbentuknya sebuah ide yang siap dituangkan ke dalam design.
Seperti biasa, ketika membuat sebuah design, kami selalu memberikan minimal 3 (tiga) alternative design untuk dipresentasikan ke client. Pada saat mempresentasikan konsep yang sudah kami rancang, client terlihat puas dengan ide yang kami sampaikan, kecuali… soal harga!
Client beranggapan harga yang kami ajukan terlalu tinggi untuk semua jenis pekerjaan yang kami lakukan. Usut punya usut ternyata client membandingkan dengan harga yang diberikan oleh percetakan. Dengan jelas dan gamblang kami coba berikan pemahaman, bahwa harga kami terlihat mahal karena design yang kami berikan ada proses brainstorming yang melahirkan sebuah ide di dalamnya, walaupun demikian tampaknya client tersebut masih belum cukup paham atas penjelasan kami karena ide dari design yang dihasilkan tidak dianggap sesuatu yang bernilai, dan pada akhirnya kami kalah dalam pitching tersebut.
Ide bisa didapatkan dari mana saja dan kapan saja, tetapi dia tidak datang sendiri atas inisiatifnya tanpa ‘undangan”. Ide merupakan hasil dari berbagai proses kreativitas yang dilakukan Dimulai dari hal yang paling sederhana, seperti yang dikatakan oleh Leo Burnett “Big Ideas Come Out of Big Pencils”.
Ide bisa didapat ketika proses brainstorming berlangsung, perlu diingat, seburuk atau sesederhana apapun ide yang keluar diusahakan untuk “tidak dibunuh” terlebih dahulu, karena ide yang baru itu ibarat bayi baru dilahirkan yang perlu dirawat dan dibesarkan. Dan bisa saja dari suatu ide yang biasa/ sederhana itu bisa melahirkan ide yang briliant. Untuk itu diperlukan adanya proses lebih lanjut dalam hal menajamkan/mengembangkan dari salah satu ide yang sudah dipilih untuk menjadi lebih sempurna lagi. Dan proses pencarian ide juga dilakukan dengan memahami product, memahami customer, memahami competitor dll, sehingga mendukung pernyataan “Ide itu mahal” karena proses yang dilakukan di “belakang”
Banyak orang menginginkan sebuah ide yang “out of the box”, supaya bisa terlihat fresh dan unik, dan sementara itu tidaklah mudah untuk kita mendapatkan ide yang out of the box. Kenyataan bahwa dengan banyaknya ide yang sudah keluar atau dipakai, merupakan salah satu kesulitan seseorang untuk mengeluarkan ide segar. Untuk memudahkannya yaitu dengan cara melihat dari angle/ sudut pandang yang berbeda dari ide yang sama.
Sebagai contoh, ada salah satu iklan yang menggunakan ide keberagaman suku di Indonesia sebagai kemasan dalam iklannya, tarian atau lagu daerah yang dikedepankan. Dengan demikian kita juga bisa menggunakan keberagaman suku sebagai ide akan tetapi jangan lagi menggunakan tarian atau lagu daerah sebagai kemasannya tapi bisa menggunakan logat/gaya bahasa suatu daerah dalam penyampaian informasinya. Dengan demikian ide boleh sama tapi mengemasnya dengan angle atau cara yang berbeda.
Jika dilihat bagaimana proses mendapatkan ide dan usaha dari hasil yang didapat, maka sudah sepantasnya diketahui bahwa sebuah ide itu memang mahal.

