Archive for the ‘General’ Category

Kebiasaan Transaksi Online

Beberapa hari yang lalu saya mengadakan survey ke beberapa universitas di Jabodetabek mengenai “Ketertarikan para mahasiswa/i terhadap transaksi melalui Online”.
Dari beberapa pertanyaan hampir dari semua responden yang ada mengetahui mengenai transaksi melalui on-line tersebut tapi kebanyakan dari mereka belum pernah melakukannya. Dan pada pertanyaan selanjutnya mengenai MINAT, kurang lebih 70% jawabannya menjawab IYA, artinya peminatnya cukup besar, hanya saja sebagian besar dari mereka belum mengetahui keberadaan portal-portal lelang atau tidak memahamai betul mengenai fungsi, manfaat dan serunya transaksi melalui online tersebut.

Di Indonesia ada beberapa portal lelang, seperti: lelang88.com, satulelang.com dan lain-lain, tapi karena kurang begitu populer dan dikenal maka keberadaannya hanya sebagian orang saja yang mengetahuinya.
Kalau kita mengetahui lebih jauh mengenai portal lelang tersebut, kita bisa menjual atau membeli barang apa saja, dari barang yang mahal hingga barang yang murah, dari yang biasa sampai yang antik, bahkan barang-barang yang tidak pernah kita temukan di tampat offline bisa ditemukan di portal lelang, dan tentu tidak perlu mendatangi tempat si penjual barang-barang tersebut melainkan cukup melihat foto atau gambar yang ada di portal lelang itu saja.
Jika membahas tentang harga, sangat bervariatif karena barang yang kita jual bisa menjadi tinggi harganya dan sebaliknya, barang yang kita beli bisa didapat dengan harga yang jauh lebih murah, tinggal bagaimana kita bisa melakukannya.

Selain portal lelang yang ada, Facebook juga merupakan salah satu social media yang banyak dimanfaatkan oleh konsumen untuk melakukan jual-beli, dengan men-tag foto-foto yang akan dijual kepada teman-temannya atau membuat fan page mengenai jualan mereka, dan terbukti cukup banyak peminatnya dan lumayan efektif karena tidak memerlukan membuka toko atau tempat untuk berjualan.

Jika dibandingkan dengan portal lelang di negara lain,  seperti Ebay yang merupakan tempat lelang/jual-beli/pasar-online terbesar di dunia, menurut beberapa sumber sudah memiliki pengguna lebih dari 200 juta orang di seluruh dunia (data Juni 2006). Konsumen disana sudah memahami betul bahwa dengan melakukan transaksi jual-beli melalui online sangat memberikan manfaat yang lebih bagi mereka, dan juga didukung dengan adanya sistem pembayaran yang aman dan nyaman.

Membahas tentang aman dan nyaman, konsumen di Indonesia mempunyai sejarah yang kurang baik mengenai transaksi online, misalnya kasus penipuan pada saat melakukan transaksi/pembayaran, bahkan di salah satu portal lelang memberikan himbauan semacam pengumuman di home page (halaman muka) portal mereka agar para konsumen untuk berhati-hati dalam bertransaksi online.
Tapi sessungguhnya hal penipuan ini bisa diantisipasi dengan cara memaksimalkan fungsi keamanan aktivitas para member sehingga penipuan tidak terjadi.

Jadi, sebenarnya di Indonesia untuk transaksi online masih banyak diminati namun mengenai online-payment sepertinya masih kurang dapat dipercaya karena lemahnya sistem keamanan yang ada, untuk itu dibutuhkan segi keamanan yang berlapis untuk mengantisipasi segala penipuan yang akan terjadi.

Menyadari Hukum Deminishing Return

Hukum Deminishing Return menyatakan, pada suatu titik, usaha yang sama akan memberikan hasil yang lebih sedikit. Gambar di bawah ini memberikan pemahaman terhadap hukum “Deminishing Return”.

Read the rest of this entry »

Social Media Sebagai Sarana Pelayanan Publik

Mudik lebaran 2010 diwarnai dengan tren yang cukup menarik sehubungan dengan social media. Salah satunya adalah DLLAJ melakukan terobosan baru menjelang lebaran 2010 ini. Instansi pemerintah di bawah Kementrian Perhubungan tersebut menawarkan fasilitas info mudik melalui media jejaring sosial twitter dengan akun @infomudikllaj. DLLAJ juga menyediakan fasiltas mobile web dengan akses di http://www.rttmc-hubdat.web.id

Read the rest of this entry »

Payment System di Indonesia

Dengan semakin berkembangnya e-commerce di Indonesia, masalah sistem pembayaran menjadi semakin sering dibicarakan. Hingga saat ini, sistem pembayaran masih menjadi kendala utama untuk e-commerce di Indonesia. Menurut saya hal ini tidak akan berlangsung terlalu lama lagi. Perlahan akan ada sistem pembayaran yang cocok dan dipercaya oleh pengguna e-commerce di Indonesia.

Read the rest of this entry »

Langkah dan Modal Dalam Bernegosiasi

Dalam dunia bisnis negosiasi merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan, karena dengan bernegosiasi kita bisa melanjutkan kerjasama yang akan disepakati. Oleh karena itu keberhasilan negosiasi sangat ditentukan oleh kemampuan sang negosiator untuk menggunakan modal dalam bentuk kemampuan dan instrumen.
Read the rest of this entry »

Kini Saatnya Berpromosi Melalui Website

Selain media konvensional, website bisa dijadikan pilihan yang tepat untuk berpromosi.
Ada banyak cara yang dilakukan oleh para produsen untuk melakukan promosi dari jasa/produk yang mereka tawarkan. Dari mulai dengan cara beriklan di televisi, koran, majalah, tabloid yang sering disebut dengan ATL (above The Line) hingga melakukan brand activation/ event.
Selain itu para produsen juga melakukan promosi dengan membuat flyer, brosur, poster, x-banner atau yang sering disebut dengan POS material atau BTL, untuk dibagikan atau ditempatkan di tempat umum yang dimana biasanya target market berkumpul.
Read the rest of this entry »

Meningkatkan ROI Dalam Pembangunan Aplikasi

Pembangunan aplikasi yang besar biasanya membutuhkan waktu yang panjang dalam pengerjaannya, dan hasilnya pun tidak langsung dapat dirasakan dalam waktu dekat. Jika proses pembangunan sebuah aplikasi besar dibagi ke dalam bagian-bagian yang lebih kecil dan langsung menghasilkan keluaran yang dapat digunakan oleh perusahaan, maka kegunaan aplikasi tersebut akan dengan cepat dirasakan oleh perusahaan. Artinya pula adalah peningkatan terhadap Return on Investment (ROI) karena perusahaan dapat menerima manfaat yang lebih cepat dari penggunaan aplikasi yang dibangun.

Read the rest of this entry »

Teknik Presentasi yang Baik dan Benar

Presentasi mungkin bukan suatu hal yang mudah untuk dilakukan, terutama untuk para pemula atau yang belum mempunyai pengalaman presentasi. Hal ini yang membuat kami untuk melakukan training kepada teman-teman di MIDAS untuk bisa melakukan presentasi dengan baik dan benar.
Read the rest of this entry »

Ide Itu Mahal

Beberapa waktu yang lalu, kantor kami MIDAS Creative ada kesempatan untuk mengikuti pitching pembuatan website, design company profile beserta POS material lainnya. Setelah mengikuti proses briefing dan persyaratan lainnya, kami mulai menginternalkan segala sesuatunya, dari proses brainstorming sampai terbentuknya sebuah ide yang siap dituangkan ke dalam design.

Seperti biasa, ketika membuat sebuah design, kami selalu memberikan minimal 3 (tiga) alternative design untuk dipresentasikan ke client. Pada saat mempresentasikan konsep yang sudah kami rancang, client terlihat puas dengan ide yang kami sampaikan, kecuali… soal harga!

Client beranggapan harga yang kami ajukan terlalu tinggi untuk semua jenis pekerjaan yang kami lakukan. Usut punya usut ternyata client membandingkan dengan harga yang diberikan oleh percetakan. Dengan jelas dan gamblang kami coba berikan pemahaman, bahwa harga kami terlihat mahal karena design yang kami berikan ada proses brainstorming yang melahirkan sebuah ide di dalamnya, walaupun demikian tampaknya client tersebut masih belum cukup paham atas penjelasan kami karena ide dari design yang dihasilkan tidak dianggap sesuatu yang bernilai, dan pada akhirnya kami kalah dalam pitching tersebut.

Ide bisa didapatkan dari mana saja dan kapan saja, tetapi dia tidak datang sendiri atas inisiatifnya tanpa ‘undangan”. Ide merupakan hasil dari berbagai proses kreativitas yang dilakukan Dimulai dari hal yang paling sederhana, seperti yang dikatakan oleh Leo Burnett “Big Ideas Come Out of Big Pencils”.

Ide bisa didapat ketika proses brainstorming berlangsung, perlu diingat, seburuk atau sesederhana apapun ide yang keluar diusahakan untuk “tidak dibunuh” terlebih dahulu, karena ide yang baru itu ibarat bayi baru dilahirkan yang perlu dirawat dan dibesarkan. Dan bisa saja dari suatu ide yang biasa/ sederhana itu bisa melahirkan ide yang briliant. Untuk itu diperlukan adanya proses lebih lanjut dalam hal menajamkan/mengembangkan dari salah satu ide yang sudah dipilih untuk menjadi lebih sempurna lagi. Dan proses pencarian ide juga dilakukan dengan memahami product, memahami customer, memahami competitor dll, sehingga mendukung pernyataan “Ide itu mahal” karena proses yang dilakukan di “belakang”

Banyak orang menginginkan sebuah ide yang “out of the box”, supaya bisa terlihat fresh dan unik, dan sementara itu tidaklah mudah untuk kita mendapatkan ide yang out of the box. Kenyataan bahwa dengan banyaknya ide yang sudah keluar atau dipakai, merupakan salah satu kesulitan seseorang untuk mengeluarkan ide segar. Untuk memudahkannya yaitu dengan cara melihat dari angle/ sudut pandang yang berbeda dari ide yang sama.

Sebagai contoh, ada salah satu iklan yang menggunakan ide keberagaman suku di Indonesia sebagai kemasan dalam iklannya, tarian atau lagu daerah yang dikedepankan. Dengan demikian kita juga bisa menggunakan keberagaman suku sebagai ide akan tetapi jangan lagi menggunakan tarian atau lagu daerah sebagai kemasannya tapi bisa menggunakan logat/gaya bahasa suatu daerah dalam penyampaian informasinya. Dengan demikian ide boleh sama tapi mengemasnya dengan angle atau cara yang berbeda.

Jika dilihat bagaimana proses mendapatkan ide dan usaha dari hasil yang didapat, maka sudah sepantasnya diketahui bahwa sebuah ide itu memang mahal.